Serenada Jalanan

Angon Wedus Neng Segoro

Bayi cuilik tumpakne motor
mlebu politik karepe dadi koruptor
Ngalor-ngidul nggowo ember bocor
podo-podo maling pameran congor

Angon wedus neng segoro
ora bakal dek’e mikir negoro
Sing mubeng neng utek mung rok mini
lirak-lirik nggo pemanasan mengko bengi

Iwak gabus diombeni arak
politikus brandal marai negoro rusak
Ngumbar janji lambene ndoweh
nyatane mung apus-apus kabeh

Angon wedus neng segoro
ora bakal dek’e mikir negoro
Sing jare wakil rakyat
kok omongane koyo tampah jebat

Nak melu pilihan nganggo suap
setahun dadi pintere main sulap
Dasar wong atine kebak kurap
golak-golek proyek paling gilap

Angon wedus neng segoro
ora bakal dek’e mikir negoro
E lha kae sing aran politikus brandal
Ayo gek ndang dibalang sandal

-Maret 2012-

Episode Kali Ini Kali Lain

Langit cerah di awal tahun
tidak di bawahnya
Orang-orang miskin tetap saja
menggulung derita
agar tak pernah jadi duka

Malam-malam ini masih dibuahi
kembang api
Di bawahnya antena tv menangkap
berjilid-jilid cerita tak terungkap
Koruptor mirip aktor
sesempurna gambar bergerak
lelaki bergincu berbedak
Dan tak ada perempuan jelek
di sini, tempat bernama sinetron
menjadi pohon
dengan akarnya merayapi bumi

Langit cerah di awal tahun
tidak di bawahnya
Orang-orang miskin coba melupa
menghibur diri dengan senggama
Beralas halaman-halaman sastra
koran dan majalah kusut
mereka melecut
sembari mengeja kata indah:
Jika kelak lahir perempuan
namanya Kembang
Jika kelak lahir lelaki
namanya Api

Malam-malam ini masih dibuahi
kembang api
Di bawahnya anak-anak orang miskin
berbaris di jalanan, bernyanyi:
Kasihani kami
cukup hingga akhir tahun ini
Sebelum lahir ribuan bayi
namanya Kembang namanya Api

-Awal 2012-

Serenada Jalanan

Hari sudah petang
dan api kami terengah

Kami menunggu, bersama jelaga
pada pucuk-pucuk akar
sedang kami tak ada sandar
Kami gendong anak-anak kami
dengan mulut kering
Kami nyanyikan serenada
duka mengaduk, di jalanan ini
basah hujan telah lewat
Tengoklah air mata kami

Hari sudah petang
sedang terbit masih jauh

-Desember 2011-

© Ciu Cahyono & Penerbit Larikata
Selengkapnya silahkan kunjungi Halaman Facebook : Sajak Balada Ciu Cahyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: