Sajak Seorang Buronan

Sajak Seorang Buronan

Dor!

Wajah Bunda terbayang
Wajah Dinda terkenang
Mesiu tak seberapa sengit
di rumah aroma lebih sangit

Bulan sabit amat masam
Mengejek dan mencemooh
Tapi nyaliku tidaklah kedip api
tak bakal aku lengah
Kena tikam bukan lagi
ceritaku kini

Dor!

Wajah Elya terbayang
Wajah Mina terkenang
Peluru tak seberapa menghantam
di ranjang segala lebih mengancam

Lorong panjang nampak menjauh
Lurusnya menertawakanku
Merkuri lampu adalah sipir
yang tak bisa disogok malam ini
Tapi lariku adalah angin
tak bakal aku tersandung
Terpojok bukan lagi
nasibku kini

Dor!

Wajah mereka di dalam rumah
sedang menampung kernyit
Wajah dua pelacur tengadah
telah sekian lama menahan jerit
Dan wajahku?
Wajah terbuang ini
selalu sediakan senyum
Adalah riasan dari hati

Dor!

Aku ‘kan terus berlari
meski dengan tanpa kaki

November, 2011

Sajak Paus kepada Ombak

Wahai, Perempuan
yang jongkok di atas karang
menatapku
Di pantai ini
setiap butir pasir kukenal
Basah dan keringnya adalah hatimu
yang terkelupas
oleh ucapanku:
Sudah saat kau kulepas

Wahai, Perempuan
yang jongkok di atas karang
menatapku
Kenanglah saat tak putus mauku
menamaimu ombak
Tapi lupakan tentang debur
dalam genggam kulempar
Kembalilah ke samudera
agar kelak mimpimu membentur
geladak kapal dan tiang layar
Di sana hatimu kokoh bersandar

Wahai, Perempuan
yang jongkok di atas karang
menatapku
Kau tak butuh lagi
paus ini

November, 2011

© Ciu Cahyono & Penerbit Larikata


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: