Gudang dan Penjaga

Gudang dan Penjaga
– Ciu Cahyono –

Ketika seekor burung terbawa badai dan menghantam tembokmu, kau berseru: burung menyerangku!

Ketika selembar layang-layang putus dan melintasi atapmu, kau berseru: layang-layang mengintaiku!

Ketika seekor tupai tergelincir dan jatuh di balkonmu, kau berseru: tupai menghujatku!

Bahkan ketika tukang ledeng berdiri lusuh mengetuk pintumu, kau berseru: kupatahkan langkahmu!

– Oktober, 2011-

Perempuanku
– Ciu Cahyono –

I
Kau yang memintaku berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya, genapkanlah loncatanku.

II
Kau yang tidak suka pistol akan kehilangan cara memperlakukan peluru. Yakini itu.

III
Kau yang akar tidak perlu bersembunyi dari apapun, lebih-lebih sembunyi di sebalik daun.

IV
Kau yang dulu menunjukkan letak garis itu, keluarkan aku dari markamu.

V
Kau yang hinggap di lengan kiriku, ajari aku melukis pohonan di jalan panjang dalam bola mataku.

VI
Kau yang menyematkan lencana di dada telanjangku, rebahkanlah maafku.

– Oktober, 2011 –

© Ciu Cahyono & Penerbit Larikata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: