Bukan Kisah Lagi – Nyanyian Loteng

Bukan Kisah Lagi

Kupunggungi hujan. Matamu lebih dalam dari yang kukira. Sedalam kopi pada cangkir di tanganku. Menahan sauhmu.

Tentu. Aku bukan dermaga lagi. Bagimu.

Kupunggungi hujan. Rambutmu lebih panjang dari yang kubayangkan. Sepanjang malam menuju subuh. Menampung bintangmu.

Tentu. Kamu bukan arah lagi. Bagiku.

– Oktober 2011 –

Nyanyian Loteng

Tak hanya memutus senar B kesukaannya. Ia pun memutus tali kutangnya. Burung-burung gereja membuka mata. Bersuka cita. Itulah dada sebenarnya. Tanpa pura-pura.

– Oktober 2011 –

Yina

Yina namaku
Tinggi satuenamtujuh
betis lengan tanpa bulu
ada garis luka di leherku
jerat tali ayah sendiri

Yina namaku
Sekarang agak kurusan
dadaku menggantung
jika kau merasa nyaman
janganlah tanggung

Yina namaku
Jangan sebut aku pelacur
nasibku tak malang
aku ini pedagang

Yina namaku
jangan sebut namamu
sebut saja maumu

– 2000 –

© Ciu Cahyono & Penerbit Larikata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: