Sajak Balada Ciu Cahyono

Tak Ada Bintang di Kedai Kopi

Setelah satu jam berkatakata
Suminah bertanya

– ciu, dapatkah kautampik bintang jatuh?

+ Maaf, Sum
aku sedang berpikir
tentang gugurnya daun

Jawabku dengan berkacakaca

-april 2011-

Mukadimah Titik

siapa bilang
tidak ada yang beku
di tengah terik?
bahwa air yang hilang
segala menjadi gumpal
dan hatimu kelak seberat besi
sedang angin kaumusuhi
maka kepala pun mendidih
di atasnya besimu itu menindih
hingga lenyaplah lenyap
darimu tetes uap
dalam zatmu yang kalap

-april 2011-

Berumahlah di Sana !

Wahai, jelata Indonesia
Telah datang kabar gembira bagi kalian
Bersiaplah tinggalkan rumah kardus dan gang becek
Sebentar lagi negara membangun gedung mewah
menjulang di jantung negeri tercinta kalian
Semua itu untuk kalian

Berumahlah di sana
sebagaimana layaknya manusia berumah

Jika petang tiba
sembari menatap panorama kota
seusai membanting tulang
bercengkeramalah bersama keluarga
sebagaimana layaknya keluarga bercengkerama

Jika malam datang
didiklah anak kalian
ajari agar mereka menolak manja
lebihlebih sikap pura-pura
Dua hal ini termasuk aniaya
Dosa besar hukumnya
Lagipula mana ada orang pintar yang mampu aniaya?

Dan jika pagi mengusik lelap
bersyukurlah pada Tuhan bahwa negara kini insyaf
setelah sekian lama berlaku khilaf

-april 2011-

Sajak Taufik Ismail
kepada: Taufiq Ismail

kalau engkau tak mampu
robohkan beringin
dengan tangan kosongmu
mintalah pada angin

kalau engkau tak mau
belukarrumput menjadi korban
oleh angin menderu
mintalah pada tuhan

kalau engkau takut
angin dan tuhan mengabaikanmu
berkacalah pada kabut
tentu, dengan kerendahan hatimu

-awal april 2011-

Sajak Reverse

Adalah rol film
yang salah tergulung
jika setelah kaukepakkan sayap
kini kaurayapi daun tembakau
dan sebagai ulat
harapmu menjadi tipis
setipis asap kretek
yang mendekat ke ujung korek

-akhir maret 2011-

Pragmatika Barter

oleh sebab yang datang padaku
mengantar daun
dan yang pergi dariku
mengambil dahan
maka bertanyalah batang
pada akar di bawah ranjangku:
bilamanakah bunga
keluar dari penjara?

-akhir maret 2011-

(c) Ciu Cahyono 2011

4 responses to “Sajak Balada Ciu Cahyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: