Sajak – Balada Ciu Cahyono

Sajak Cangkul

tidak ada jalan setapak lagi
jika cangkulmu terayun kembali
jalan-jalan akan lapang
dan engkau bisa melewat tenang
tetapi sayang
di negeri yang tengah bergolak
engkau malah inginkan nyenyak
dan mirip penderita rabun
matamu buta lambat laun
dalam teriknya siang
segala bunyi menjadi ngiang
asing dan sumbang
tapi tetap engkau namakan tembang
yang mengantarmu menarik selimut
di negeri terliputi kabut
hingga pada akhirnya
tidak ada jalan setapak lagi
tidak pula jalan lapang
kecuali dalam mimpi
di dalamnya tersandar cangkulmu
yang jemu
lelah tak bisa membangunkanmu

-maret 2011-

Sajak Perhitungan

lelaki itu adalah aku
yang terjun tanpa payung
perempuan itu adalah kamu
yang sedia menangkapku
dengan tangan kosong
jika luput
aku kan hadapi maut
jika kena
matilah kita bersama

-maret 2011-

* Untuk sajak balada lain silahkan kunjungi halaman Facebook: Sajak Balada Ciu Cahyono


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: