Sajak – Balada Ciu Cahyono

Impromptu
:calon isteri seorang penodong

buru-buru kuselipkan belati
di pinggang. dan di jalan Pramuka
bulan memerah dalam kepalaku

“jadi, kau sudah lupa
pada rupa mantan isterimu?”

malu-malu kusisipkan senyum
di bibir. dan di jalan Pramuka
bulan membiru dalam dadaku

“benar, aku sudah lupa
bukankah lebih baik begitu?”

astaga! ia mendekat
menjinakkan gelombang rambutku
dan disodorinya aku sepasang mata
dengan bulan memutih
di dalamnya

Jakarta-Blora, 2011

Saran

menutup itu jendela
saat kau ingin membuka
kaucari apa sebab
tak ada jawab
dapat dicerna

begini:
kau cukup menanti
barangkali saatnya mati

-januari, 2011-

Mimpi

hidup memang penuh kejutan
bukanlah aneh bila ribuan
mimpi indah tak jadi nyata
ya, biarkan saja
bahkan andai kepala tertebas
toh mimpi buruk pun sebatas
cekam di laut lepas

-januari, 2011-

(c) Ciu Cahyono 2011

Sajak-sajak lain silahkan baca di halaman facebook: Sajak Balada Ciu Cahyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: