Sajak – Balada Ciu Cahyono

Di Tanganku Segulung Balada

kutemukan ia di kuburan cina
dekat kemboja paling utara
dan bulan sabit di angkasa
tampak duka turut serta
saat lirih kuucap sapa

kukenang ia kukenang

bukan bunga jangan bunga
di sana sudah banyak kemboja
setiap saat gugur kiranya

kukenang ia kukenang

apa yang dulu ia minta
tak bakalan aku lupa
maka kubentangkanlah balada
yang belum sempat ia baca

memang. itulah wasiatnya

-januari, 2011-

Interseksi

bagai tutup botol vodka
kugelindingkan tubuhku
di pinggir jalan sutami
manakala akal terjebak
dalam tubuh wangi minyak
berlogo juminten

bagai tutup botol vodka
kubenturkan laju kepalaku
di komplek nyah rewel
manakala kaki kuda
dalam dada derapnya sepa

lalu datanglah ibu
yakni ribuan perempuan
berkeriap rambutnya
mengangkat botol vodka
maka tertuang segala
di kepala di dada
dan mabuklah aku
pada samar jejakMu

-januari, 2011-

Tata Krama

cucilah tanganmu
sebelum kau menampar mukaku

-januari, 2011-

Bertanya Aku PadaMu

di mana Kausisipkan koma
sedang seluruh bagian kalimatku
adalah kepunyaanMu?

bertanya aku padaMu
bertanya aku padaMu

dan jika
kedua belah telapak tangan
mengarah pada ini wajah
dapatkah kububuhkan
titik di tengah
pada sajakku?

-januari, 2011-

Sajak Laki Perempuan

laki perempuan dikata berlawanan
sedang keduanya tak bermusuhan
lihatlah mereka terkammenerkam
tapi tak ada suasana cekam
lihatlah mereka cakarcakaran
itu garnish bagi menu harian

laki perempuan bukan makhluk keji
walau beramsal kayu dan gergaji
laki perempuan makhluk nan elok
walau lagi umbar ajian kodok

begitulah cara Tuhan mencurah
laki perempuan menjadi berkah
begitulah cara Tuhan memberi
laki perempuan menjadi bukti

-januari, 2011-

Mempertimbangkan Indonesia

kita mengangkat wajah kuyu
agar kilau sembab sampai langit
sedang Tuhan melipat basah tisu
memandang kita dengan sengit

-januari, 2011-

Pamflet Cinta
untuk Indonesia

jangan kata sejarah
jika hari ini saja kita lupa
jangan kata biarlah
jika kelak deritamu niscaya

di sudut negeri kita terhenyak
berisik mengembik suara percuma
sedang nasib kan mati detak
bangkai kambing kita rupanya

jangan kata sejarah
jika hari ini saja kita lupa
jangan kata biarlah
jika kelak deritamu niscaya

maka
oleh sebab tak mungkin ada
tawar menawar perkara cinta
kutuliskan sajakku apa adanya

-januari, 2011-

KTP

apa arti sebuah nama
yang tercantum dalam ktp
dilindas ban truk
kutemukan setengah remuk
di jalan depan gerbang
makam anakku

apakah ia akan kembali
mondarmandir mencari
secuil kenangan hilang
sedang ini petang
makin tajam
dan aku mesti pulang

apa arti sebuah nama
yang tercantum dalam ktp
di samping potret wajah
amat kukenal
dengan alamat tertulis
persis
di tempatku kini tinggal

apakah ia akan kembali
sebelum kakiku pergi
dan kusodorkan luka
pada akhirnya
sambil kukata:
ktp-mu mati begitu lama

-januari, 2011-

Betapa Tivi

betapa pening aku
pada lagak celoteh banci
betapa pusing aku
lihat kiai kok punya mercy
betapa bising aku
dengar orang mengobral janji
betapa jengah aku
dapati sumpah membela diri
betapa marah aku
hadapi goyah langkah petani
betapa gerah aku
menonton sejarah korupsi

ah, tivi. betapa ingin aku
meninju layarmu
yang berkaca-kaca itu

-januari, 2011-

Malam Terakhir Duka Berakhir

berjumpaan kita berjumpaan
aku laki berandalan
kau anak pelacur kesepian

kita miskin. memang
tapi malu masih terpegang
baiknya begitu ya begitu
buang perkara saku
tak perlu cerita palsu

kita tak paham jumpa ini apa
kau cukup berkatakata
sedang aku mendengar saja

maka hati ‘kan jadi ringan
bersama terompet bersahutan
segala duka kita benamkan

-akhir desember, 2010-

Indonesia dalam Formulir

dari rumah pak rt aku ke kantor lurah
udara gerah bikin tubuh tambah lungkrah
setengah jam kuanggap masih lumrah
taktek mesin ketik buatku ngalah

di tangan berkibaran formulir
tapi langkahku jauh dari akhir
tak apa. demi kertas biru bernama k.k
nama anakku harus ada di sana

kucemplungkan selembar puluhan ribu
pada kotak di meja depanku
kulipatkan uang ‘sukarela’ dua kali
berharap jadi berkah negeri

sampailah aku di kantor camat
terasa layanan cepat pun tepat
lembar formulir tak ada cacat
tandatangan camat segera kudapat

kantor capil kumasuki dengan kaget
sepagi ini tubuh kami bagai lengket
tumplek blek orang indonesia
demi lengkapnya kartu keluarga

kusodorkan formulir dengan girang
saat meja pojok ditinggalkan orang
tapi pegawai langsung bilang:
masukkan dalam stofmap kuning terang
beli di koperasi samping ruang

baiklah. stofmapku sendiri beda warna
kelabu dan kucel bentuknya
maka, berdesakan kuhadapi koperasi
seribu rupiah agar stofmap diakui

pegawai di meja pojok kutemui lagi
formulir milikku ia teliti
katanya: yang dibutuhkan bukan ini
silahkan beli formulir di koperasi

mau tak mau kembali kuseret hati
celaka, apa yang telah kubeli?
sesobek formulir tak dapat kupahami
hasil kopian jutaan kali

tertegun aku ke meja pojok
dan hatiku sungguhlah penyok
suara pegawai itu bagai menonjok:
isi formulir lalu minta tandatangan
dari kelurahan dan kecamatan

berdiri gagu formulir kupukulkan dahi
semoga tanyaku bangunkan mimpi:
untuk mencantumkan anak sendiri
mestikah serumit ini?

-blora, desember 2011-

Jaringan Maling

burung yang kini nangkring
di atas kepala botakku
adalah burung kesayangan bapakmu
yang sedang membangun sarang
dengan rambut
yang baru saja kaucabut
dari batok kepala
mereka

-desember, 2010-

Anjing yang Membunuh Para Pelacur

isu adanya anjing tanpa kepala
keliaran malam cari mangsa
membunuh para hidung belang
dengan cara menerkam terjang
dan menggigit leher pria
hingga putus itu kepala
sungguh, menggegerkan desa

sesaat lalu desa kembali tenang
malahan jauh lebih tenang
tak ada lagi teriak berang
mereka berkumpul selepas petang
menjadi suami bagi isteri
menjadi bapak bagi sang anak

aku sendiri heran
bagaimana anjing tanpa kepala
bisa berlaku demikian;
meminta ganti kepalanya
yang entah tertinggal dimana

kuputuskan menempuh malam
dan di belakang kuburan sana
lima pelacur roboh di rumputan
oleh sebab kelaparan

-desember, 2010-

Betapa Panjang Cerita PendekMu

sependek-pendeknya cerita pendekMu
tak lebih pendek dari celana pendekku
yang kukenakan saat mimpi pendekku
merayapi harihari yang tak mampu
kupanjang-panjangkan
oleh sebab Kamu menjebloskanku
ke dalam saku celana pendekku
yang penuh debu
itu

-desember, 2010-

Sengat

menanggapi hidup
kita musti tak boleh padam
sebab benderang
bahkan ada dalam kelam

menanggapi hidup
kita musti tak boleh kecut
sebab pasang
tentu ada setelah surut

menanggapi hidup
kita musti tak boleh redup
sebab gersang
sekedar jeda menuju kuncup

menanggapi hidup
kita musti tak boleh patah
sebab menang
upah belajar dari kalah

menanggapi hidup
kita musti tak boleh rapuh
sebab tumbang
boleh jadi penyebab tumbuh

memang
untuk menanggapi hidup
sajakku ini belumlah cukup
tapi semoga
sengat itu kita rasa

-desember, 2010-

Mawar yang Melati yang

mawar
yang tki,
yang kakaknya melati
yang jadi petani,
yang sampai kini belum kembali
yang dikabarkan mati
adalah mawar kehilangan duri
disebabkan penguasa negeri ini
tak becus memaknai
harga diri
saudara sendiri

dan melati
gugurlayu di kebunnya sendiri

-desember 2010-

Tantangan

pabila kau melukis ombak
dalam kanvasku
pasti kutambahkan badai
di atas pantaimu

-desember 2010-

Kami Tidak Lebih Baik

dimana kalian
saat kami terlempar ke jalanan
sedang anjing dan kucing
punya rumah saat terkencing

dimana kalian
saat kami terseok kelelahan
sedang babi dan burung
punya harap meski terkurung

dimana kalian
saat kami lemas kelaparan
sedang cacing dan lalat
punya makan tanpa bergulat

dimana kalian
saat kami hilang teriakan
sedang ular dan kepik
punya daulat dengan berbisik

-november, 2010-

Percobaan

dimana kau sembunyikan
pecahan gelas itu
sedang nadiku lama nantikan
jatuhnya tetes dari matamu

-desember, 2010-

Cinta dan Tali Sepatu

Cinta mirip tali sepatu
kencang atau longgarnya
tergantung keperluanmu

-november, 2010-

* Sepilihan sajak-sajak dalam halaman Facebook:  Sajak Balada Ciu Cahyono.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: