Sajak – Balada Ciu Cahyono

Subuh
mengenang: r

setelah malam kami tempuh
alunan adzan itu terasa jauh
begitulah, aku buta akan suluh
bahkan kala kau berkata penuh

ayo kita sembahyang subuh

kulihat di matamu yang teduh
ombak hitam jadi gemuruh

maaf, dadaku sedang gaduh

dan jernih embun dikala subuh
betapa cepat berubah keruh

-blora, 2010-

Kau

kau bukan semacam kambing
yang mengembik
dan gampang terpelanting

kau bukan semacam belalang
yang mengerik
sebelum terjengkang

kau bukan semacam keledai
Yang mendelik
seusai terbantai

kau mungkin semacam ular
yang mendesis sebentar
lalu membuatku terkapar

ya. kau

-desember 2010-

Keramatisme

jika kantuk tak cepat datang
sedang hari t’lah nyebrang
kupandangi kopiah itu
makin lusuh dan berdebu
tergantung pada paku
dekat jam di atas pintu

maka isi kepala tambah panjang
dengan mengenang wajah kakek
dan wasiat teramat pendek:
kopiah ini kelak membantumu

wahai, kopiah
apa kau semacam lampu Aladin
jika kutepuk keluar jin?

kuambil kopiah dari dinding
kutepuk dan kutunggu
sepi
kuusap dan kutunggu
sunyi
kupakai dan kutunggu
tetap sendiri

lalu mirip orang bego
di depan cermin aku melongo

-desember 2010-

Sajak Cinta Tak Cinta

1
kulihat sketsa di matamu
belati itu menudingku
2
masih cukup waktu
bagimu menikamku
3
langit bukan mata
kau bebas melayang di sana
dan berpura-pura
4
maka duri itu
kausematkan pada jariku

-desember 2010-

* Merupakan sepilihan dari sajak-sajak dalam halaman FB: Sajak Balada Ciu Cahyono.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: